tempat kursus mengemudi di jogja

LKP JDS

kursus mengemudi jogja

Selamat Datang di https://kursusmengemudijogja,com LKP JDS (JDSTRANS) adalah perusahaan yang memberikan layanan praktek pembelajaran kursus mengemudi mobil dengan profesional, dimana lokasi pembelajaran kami ada di beberapa wilayah, yg meliputi :kursus mengemudi slema,kursus mengemudi jogja,kursus mengemudi bantul,kursus mengemudi wates,kursus mengemudi magelang dan bandung

Mau Belajar Mobil yang aman,bisa memilih mobil Tanpa takut beresikolatihan di LKP JDS SOLUSINYA Tempat kursus mobil private dengan pengajar ramah yang membuat kamu merasa nyaman selama belajar

kenapa harus latihan di LKP JDS

  • Memiliki Ijin Resmi
  • Instrukturnya Ramah & Berpengalaman
  • Diajarkan Teori, Prakter & Tips Berkendara
  • Diajarkan Safety Driving
  • Pilihan Mobil Manual & Automatic
  • Bisa Belajar Malam & Hari Minggu
  • Belajar Private
  • 1 x pertemuan di hitung 60 menit​ untuk A dan 50 menit untuk B
  • Pendaftaran & Booking Jadwal Online lebih di rekomendasikan
  • bisa antar jemput
  • Pilihan pembayaran lengkap Bank BCA, Mandiri,bri,cimb,btpn,
  • Cara Belajar Mobil dengan Safety Driving buat pemula sistem kami berbeda dengan yg lain
  • Cara Mengendarai Mobil di Jalan Raya untuk pemula
  • Cara Mengoper Gigi Mobil Manual & Automatic di paket mahir ada sesi terakhir menggunakan matic
  • Cara Mengemudi Mobil Manual di Tanjakan lebih di maksimalkan untuk tanjakan
  • Cara Mengemudi Mobil Mundur materi mundur lurus 50m
  • Cara Mengendarai Mobil di Belokan tikungan tanjam dan tanjakan
  • Cara Parkir Mobil Paralel dan Seri semua materi parkir di ajarkan
  • Tips & Trik Berkendara yg benar

kursus mengemudi di jogja

kursus mengemudi LpK jDs

Selamat datang di website Kursus Mengemudi JDS www.kursusmengemudijogja.com kami adalah Lembaga Kursus Mengemudi di jogja berbasis kompetensi. Dimana fokus kami adalah membentuk pribadi yang memiliki keterampilan mengemudi yang baik dan benar; memiliki pengetahuan tentang peraturan lalu lintas dan manajemen risiko kecelakaan lalu lintas dan memiliki attitude mengemudi yang positif, sehingga dapat terhindar dari celaka dan mencelakai orang lain itulahh tujuan kami mendirikan lpk jds.

Mengingat fakta, bahwa tanpa di dasarai proper training, tahun pertama sesesorang mulai aktif mengemudi, adalah masa paling berisiko untuk terlibat dalam kecelakaan lalu lintas yang fatal, yang dapat mencelakai dirinya dan juga pengguna jalan. Maka kami berkomitmen memberikan jasa Kursus Mengemudi jogja yang berkualitas, baik dari sisi materi pelatihan dalam bentuk teori dan praktek, dari sisi fasilitas pelatihan dan dari sisi sumber daya manusia yang kompeten, yang berfokus pada pelayanan yang prima dan maksimal.

Sehingga dengan mengikuti Kursus Mengemudi di lkp jds anda tidak hanya terampil mengemudi, namun juga memiliki kemampuan untuk dapat menghindari setiap potensi bahaya di jalan raya. Sehingga anda dapat menjaga keselamatan nyawa anda, keluarga anda dan pengguna jalan lain disekitar anda, serta dapat mencegah pengeluaran uang untuk kecelakaan dan pastinya dapat menghemat waktu dalam kehidupan anda.

Jadi jangan ragu untuk menghubungi kami, daftarkan diri anda dan mendapatkan investasi terbaik dalam hidup Anda!

mari bersmaa ciptakan generasi tertib lalu lintas

kursus stir mobil jogja

LPK JDS kursus stir mobil jogja

KURSUS STIR MOBIL JOGJA LKP JDS

Perkembangan kendaraan saat ini menjadi suatu perhatian yang khusus, karena semakin meningkatnya intensitas penggunaan kendaraan oleh masyarakat.
Semua orang dapat belajar mengemudi kendaraaan bermotor sendiri dengan didampingi teman atau dengan siapapun, tetapi belajar mengemudi dengan aman, diperlukan Lembaga sekolah mengemudi yang didukung oleh tenaga didik yang ahli dibidangnya. Sehingga mampu mendidik calon pengemudi untuk mengemudikan kendaraan dengan mengedepankan Pengetahuan, Ketrampilan , sikap dan Perilaku yang bertanggung jawab dan juga  mengedepankan keselamatan diri sendiri dan orang lain.
jogja driving school ,kursus mengemudi jogja sdh banyak cabang di yogyakarta di antaranya
 kursus mengemudi sleman
di sleman kursus mengemudi joga sdh ada beberapa cabang
kursus mengemudi bantul 
untuk warga bantul kini jds hadir di bantul dengan beberapa titik lokasi
 ,  dengan Rancangan Pembelajaran Peserta ( RPP ) yang Mengintegrasikan kurikulum Nasional ( SKKNI ) yang berorientasi pada pembentukan karakter didikanya. Didukung oleh tenaga pendidik yang berpengalaman dan menguasai dibidangnya  dan ditunjang dengan fasilitas yang memadai dalam proses belajar mengajar , sehingga akan membentuk calon pengemudi, menjadi pribadi yang berpengetahuan, trampil dan memiliki karakter dalam mengemudi sesuai dengan nilai dan UU no.22 thn 2009 tentang lalu lintas dan Angkutan jalan.

Sebagian masyarakat , memandang bahwasanya belajar mengemudi merupakan hal yang  ” sulit dan menakutkan serta  membutuhkan waktu yang tidak sedikit.”

jogja driving school (jds), hadir dengan menyediakan kelas Reguler dan Non Reguler dengan minimal 1-15 kali pertemuan dengan metode – metode yang mutahir dan teruji, sehingga belajar mengemudi menjadikan sesuatu hal yang “ mudah dan menyenangkan“.

Metode – metode yang diberikan oleh lkp jds :

I. TEORI DI AWAL PERTEMUAN

Instruktur memberikan teori  di awal pertemuan kepada peserta didik sehingga  ,sebelum berkendara peserta didik sudah memahami tentang kendaraan dan keselamatan berkendara.

II. BIDANG PANDANG

Metode bidang pandang, memudahkan peserta didik untuk menentukan lebar kendaraan / Menentukan kendaraan nabrak atau tidak / Mengontrol body  dan memudahkan mengemudikan kendaraan di jalan sempit.

III. Metode Lima Jari

Dengan metode lima jari, memudahkan peserta didik untuk menentukan posisi Roda Kemudi / Stir / Jumlah putaran dan Arah ban kendaraan,sehingga memudahkan saat mengemudikan kendaraan ditukangan ataupun pada saat latihan parkir.

IV. Metode Parkir Tiga Langkah

Parkir merupakan sesuatu hal yang sulit bagi  pengemudi pemula. Metode 3 (tiga ) langkah, akan memberi kemudahan saat anda akan memarkirkan kendaraan.

V. MOTIVATOR & MENTOR

Takut, adalah kendala atau masalah paling banyak yang dihadapi oleh para pengemudi pemula. Tenaga didik JDS  yang telah terlatih dan bersertikat dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi ( BNSP ), sehingga memiliki metode  untuk melatih mental para pengemudi pemula untuk berani mengemudikan kendaraan di jalan raya.

Dan masih banyak lagi metode-metode lainya , sehingga JDS mematahkan anggapan masyarakat bahwa ,belajar mengemudi itu sulit menjadikan Belajar Mengemudi itu Mudah , Nyaman dan Menyenangkan.

rambu rambu lalu lintas

jds trans sewa mobil dak kursus mengemudi jogja

AYO MARI BELAJAR RAMBU RAMBU LALU LINTAS 

Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang rambu-rambu lalu lintas yg harus kita ketahui.

Seharusnya setiap pengguna jalan seperti pengendara keandaraan dan pejalan kaki menegetahui dan peduli dengan rambu-rambu peraturan lalu-lintas yang menjadi tanda-tanda peraturan lalin di tempat itu. Misalanya lambang P dicoret dalam lingkaran merah artinya dilarang parkir, maksudnya adalah ditempat itu kendaraan dilarang memarkirkan dirinya di tempat tersebut. Berikut adalah beberapa rambu rambu lalulintas dan penegertiannya

1. Rambu peringatan : rambu ini berisi peringatan bagi para pengguna jalan bahwa didepaba ada sesuatu yang berbahaya

Rambu ini di desain dengan latar kuning dan gambar atau tulisan berwarna hitam

rambu peringatan

2. Rambu larangan : berisi larangan-larangan yang tidak boleh dilakukan oleh pengguna jalan

Rambu ini di desain dengan latar puitih dan warna gambar atau tulisan merah dan hitam

rambu larangan

3. Rambu perintah : adalah perintah yang harus dilakukan oleh pengguna jalan

Rambu perintah didesain dengan bentuk bundar berwarna biru dengan gambar putih dan merah

rambu perintah

4. Rambu petunjuk : menunjukkan sesuatu

rambu petunjuk

5. Rambu tambahan : memberikan keterangan tambahan

rambu tambahan

6. Rambu no rute jalan

rambu rute

Selain untuk keselamatan kita pada saat mengemudi. Mengetahui Rambu-Rambu Lalu Lintas juga sebagai ilmu pengetahuan untuk kita.

etika lalu lintas bag 2

kursus stir mobil jogja LKP JDS

jogja driving schooletika berlalu lintas bag 2

. LATAR BELAKANG

Transportasi darat khususnya bidang lalu lintas dan angkutan jalan merupakan komponen yang sangat penting dari sektor Perhubungan. Perananya dalam pembangunan tidak dapat diabaikan. Perpindahan manusia, barang dan jasa dari suatu tempat ke tempat tujuan di seluruh daratan di tanah air memperlihatkan tren kenaikan volume dari tahun ke tahun. Akan tetapi hal ini tidak didukung oleh tersedianya sarana prasana lalu lintas yang memadai. Lebar dan panjang jalan tidak berbanding lurus dengan jumlah kendaraan yang meningkat terus.

Angka kecelakaan dari tahun ke tahun terus bertambah. Kemacetan terjadi di mana, terutama di kota besar. Pemandangan yang didominasi menumpuknya kendaraan bermotor sering terjadi terutama di ibukota Jakarta. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya tenggang rasa antar pengemudi dan pengendara kendaraan bermotor. Mereka saling serobot tidak mau mengalah antara satu dengan lainnya. Tindakan mereka yang begitu itu disebabkab oleh karena kurang pemahaman etika dan sekaligus implementasinya di jalan raya.

Sebagaimana kita ketahui bahwa dari tahun ke tahun permasalahan-permasalahan di bidang transportasi jalan semakin meningkat, seperti semakin tingginya jumlah kendaraan khususnya sepeda motor, tingginya fatalitas pada kejdian kecelakaan di jalan khususnya yang melibatkan pelajar yang berakibat kerugian yang tidak sedikit.

Berdasarkan apa yang sudah kami kemukakan di atas penulis mencoba untuk memberikan satu solusi mengenai beretika di jalan raya sebagai salah satu upaya untuk menekan kemacetan di jalan dan angka kecelakaan.

B. RUMUSAN MASALAH

1. Apa pentingnya Etika Berlalu Lintas bagi keselamatan?

2. Bagaimana cara mengedukasi para pengguna jalan untuk memahami dan menerapkan etika berlalu lintas di jalan ?

C. MANFAAT DAN TUJUAN PENULISAN KARYA TULIS

Memberikan pengertian/pemahaman kepada masyarakat tentang rtika berlalu lintas.
Meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mematuhi peraturan lalu lintas
Mengurangi angka kecelakaan akibat perilaku sebagai pengguna jalan
Menanamkan dan membangun kesadaran masyarakat untuk berperilaku tertib berlalu lintas dan tanggung jawab untuk meningkatkan keselamatan
Menyebarluaskan informasi tentang keselamatan jalan ke kalangan masyarakat

BAB II

LANDASAN TEORI

A. Pengertian Etika

Etika berasal dari bahasa Yunani yaitu “Ethos” artinya kebiasaan. Jika didefinisikan Etika adalah suatu adat kebiasaan yang berhubungan erat dengan konsep individu atau kelompok sebagai alat yang mengatur hubungan antara kelompok manusia. Etika memiliki norma-norma positif yang mengatur manusia untuk bersikap santun. Jika setiap orang memiliki dan mematuhi etika maka hidup ini akan berjalan lancar. Jadi etika sangat penting diterapkan dalam kehidupan masyarakat, karena dengan adanya etika ada pedoman yang digunakan untuk mengatur perilaku manusia untuk hidup rukun dengan masyarakat disekitarnya. Sehingga dapat tercipta masyarakat yang tertib, damai, dan teratur. Tanpa adanya etika manusia hidup tanpa pedoman. Jika diibaratkan maka hidup didunia tanpa lampu, tanpa cahaya yang menuntun.

Manusia adalah makhluk sosial dan pasti butuh berhubungan dengan orang lain. Hubungan antar manusia bisa dikemukakan bahwa manusia berinteraksi dengan manusia lain. Tentu dalam berhubungan dengan orang lain kita membutuhkan etika untuk memberikan pedoman bagi kita untuk bersikap yang baik sehingga kita dapat hidup rukun dan berdampingan dalam bermasyarakat.

B. Pengertian lalu lintas

Manusia adalah makhluk sosial dan pasti butuh berhubungan dengan orang lain. Hubungan antar manusia bisa dikemukakan bahwa manusia berinteraksi dengan manusia lain.Didalam berinteraksi manusia tentu berpindah tempat dari satu tempat ke tempat yang lain. Kemudian muncullah istilah “Transportasi” yaitu perpindahan manusia atau barang dari suatu tempat ke tempat yang lain dengan menggunakan sebuah kendaraan yang digerakkan manusia atau mesin. Seiring perkembangan zaman manusia dapat menciptakan kendaraan bermotor untuk memudahkan manusia dalam bertransportasi.

Dalam bertransportasi kemudian dikenal istilah “Lalu Lintas”. Di dalam Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 Lalu Lintas didefinisikan sebagai gerak kendaraan dan orang di ruang lalu lintas jalan. Jadi pergerakan kita dari suatu tempat ke tempat tujuan dengan menggunakan alat transportasi melalui ruang jalan bisa dikatakan sebagai lalu lintas. Seperti saat kita berkendara dari Tuban meuju Surabaya naik bis ataupun nsepeda motor.

C. Hubungan antara etika dengan berkendara di jalan raya.

Dalam penggunaan fasilitas jalan tidak sendirian, namun bersama dengan banyak orang karena kita hidup bermasyarakat. Cakupan masyarakat tentu sangat luas, dan pasti memiliki pemikiran yang berbeda-beda dan cenderung memikirkan kepentingannya masing-masing. Tanpa adanya Etika Berlalu Lintas mungkin kita tidak bisa membayangkan, pasti sering terjadi kecelakaan di jalan raya. Kejadfian ini disebabkan kurangnya tenggang rasa antar pengguna jalan, pengemudi cenderung egois ingin cepat sampai. Jika ini dibiarkan terus-menerus maka angka kecelakaan akan semakin meningkat. Oleh karena itu perlu adanya pemahaman dan pelaksanaan Etika Berlalu Lintas.

Etika Berlalu Lintas yaitu pedoman sikap atau aturan yang mengatur hubungan manusia dengan manusia lain di dalam berlalu lintas. Etika tidak hanya dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari saja, namun etika juga sangat penting diterapkan dalan berlalu lintas. Prinsip etika yang diterapkan yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dengan etika berlalu lintas hampir sama yaitu tenggang rasa dan saling menghargai. Dalam berlalu lintas kita harus tenggang rasa dengan pengguna jalan lain dan jangan mementingkan egois.

Manfaat dan tujuan dibuat Etika Berlalu Lintas antara lain

Dapat mengatur individu dalam menggunakan jalan sehingga tidak seenaknya sendiri.
Tercipta kelancaran, keteraturan, keselamatan, serta ketertiban.
Dapat mengurangi angka kecelakaan.
Menurut Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 dikatakan tertib, lancar, aman dan terpadu apabila dalam berlalu lintas berlangsung secara teratur sesuai dengan hak dan kewajiban pengguna jalan serta bebas dari hambatan dan kemacetan jalan.

Tanpa adanya Etika Berlalu Lintas, maka pengemudi akan mengemudi seenaknya sendiri tanpa mempedulikan keselamatan orang lain, lalu lintas dijalan akan berjalan semrawut, sehingga rawan terjadi kecelakaan, sarta akan terjadi kemacetan parah.

BAB III

MENDIDIK MASYARAKAT UNTUK MEMAHAMI

ETIKA DAN SOPAN SANTUN DI JALAN RAYA.

A. Pengintegrasian Pendidikan Etika Berlalu Lintas ke Dalam Kurikulum Sekolah.
Sekarang ini banyak pelajar belum cukup umur yang mengendarai kendaraan bermotor sendiri dan mereka belum mengetahui etika belalu luntas. Sehingga banyak kejadian kecelakan yang melibatkan pelajar dibawah usia. Yang seharusnya dalam Undang-Undang tertulis bahwa usia minimal untuk mengendarai kendaraan bermotor adalah 17 tahun. Ini dikarenakan pelajar dibawah usia 17 emosinya masih labil, lebih mementingkan egonya dan tidak mau mengalah. Ini sangat berbahaya apabila mereka berkendara, pasti akan ugal-ugalan, balapan dengan kendaraan lain hanya ingin dipuji.

Banyak pelajar di negeri ini yang tidak mengetahui etika-etika dalam berlalu lintas. Apabila ini terus berlanjut maka angka kecelakaan akan terus meningkat. Dengan demikian sangat diperlukan pengintegrasian pendidikan etika berlalu lintas ke dalam kurikulum sekolah agar para siswa tau serta menerapkan etika berlalu lintas. Pemberian materi etika tidak hanya etika dalam kehidupan sehari-hari saja, akan tetapi penyampaian materi etika berlalu lintas juga sangat penting untuk keselamatan dalam berlalu lintas. Nasib bangsa kita ada ditangan generasi muda, dengan demikian diharapkan genersi bangsa kita lebih baik dan patuh terhadap hukum.

Pengintegrasian pendidikan etika berlalu lintas dapat dimasukan dalam kurikulum Pendidikan Kewarganegaraan atau Agama. Karena etika berlalu lintas mencakup moral siswa. Penanaman etika tidak hanya dalam kewarganegaraan maupu agamanya saja, namun siswa juga wajib mengetahui etika berlalu lintas. Diharapkan dengan pendidikan terus-menerus siswa menjadi memahami serta mematuhi etika berlalu lintas.

Sosialisasi/Pembelajaran etika tidak hanya di sekolah saja akan tetapi juga kepada publik Hal ini ditujukan agar masyarakat mengetahui etika berlalu lintas yang baik sehingga dapat mematuhi aturan. Cara mensosislisasikannya pada pelajar yaitu dengan cara integrasi kurikulum sekolah dengan materi disiplin lalu luntas.

B. Bentuk-bentuk etika berlalu luntas
Berikut ini beberapa etika berlalu lintas yang wajib kita ketahui sekaligus kita terapkan, antara lain:

1. Persiapan berangkat
Ibarat akan maju berperang, siapkan senjata, apakah masih tajam, masih bisa digunakan. Memakai kendaraan bermotorpun perlu melakukan persiapan dengan mengecek seluruh komponen kendaraan. Pastikan sepeda motor yang akan digunakan dalam keadaan baik. Jika ada yang perlu diperbaiki, segera perbaiki. Jangan pernah menganggap enteng masalah-masalah yang menyangkut kendaraan kita atau kita sendiri karena bukan hanya akan mengganggu proses perjalanan tetapi juga bisa membahayakan keselamatan.

Komponen berikut perlu diperhatikan secara cermat:

Rem berfungsi dengan baik.
Roda tidak ada yang rusak.
Tekanan pada angin mencukupi.
Lampu utama dan sein berfungsi dengan baik.
Kaca spion dapat berfungsi dengan baik.
Bensin dan oli cukup.
Pastikan kandaraan dalam kondisi yang baik dan jangan membawa barang terlalu banyak. Selain kendaraan, kondisi badan juga harus fit.

2. Mengemudi kendaraan
Tata cara berlalu lintas di jalan, antara lain:

Bagi pengendara mobil jangan lupa memasang sabuk pengaman
Bagi pengendara sepeda motor gunakan helm standar nasional Indonesia.
Menggunakan jalur jalan sebelah kiri.
Gunakan kaca spion sesering mungkin untuk mengetahui apa yang terjadi dibelakang, terutama pada waktu akan membelok, melewati, memperlanbat atau berhenti.
Apabila ingin keluar dari pinggir jalan, membelok kearah kiri/kanan, pindah lajur dan menyalip beri tanda isyarat dengan menggunakan lampu penunjuk arah (sein).
Jaga jarak aman dengan kendaraan didepan.
Kemudikan kendaraan sesuai kecepatan yang diperbolehkan dan sesuai kondisi lalu lintas sekitar.
Perlambat kecepatan pada tempat penyeberangan pejalan kaki, dekat sekolah, tempat keramaian pada persimpangan dan tikungan.
Nyalakan lampu utama pada siang maupun malam hari.Patuhilah rambu lalu lintas untuk keselamatan anda.
3. Menyalip dan Melewati Kendaraan Lain
Berikut etika menyalip kendaraan lain, yaitu:

Hanya boleh menyalip kendaraan lain jika mempunyai jarak pandang bebas dan tersedia ruang yang cukup untuk menghindari tabrakan dengan lalu lintas yang datang dari arah berlawanan.
Tidak boleh menyalip kendaraan lain pada persimpangan, tempat penyeberangan pejalan kaki atau perlintasan kereta api atau kendaraan lain yang berhenti.
Jika ada kendaraan lain yang menyalip , harus memberi ruang yang cukup untuk kendaraan yang sedang menyalip dan jangan tambah kecepatan.
4. Berpapasan Dengan Kendaraan Lain
Berikut etika ketika berpapasan dengan kendaraanlain:

Pengemudi yang berpapasan dengan kendaraan lain dari arah berlawanan pada jalan dua arah yang tidak dipisahkan secara jelas wajib memberikan rung gerak yang cukup di sebelah kanan kendaraan.
Jika terhalang oleh suatu rintangan atau pengguna jalan didepannya wajib mendahulukan kendaraan yang datang dari arah berlawanan.
5. Membelok
Pengemudi kendaraan yang akan berbelok, berbalik arah atu berpindah lajur wajib mengamati situasi lalu lintas si depan, disamping, dan di belakang kendaraan serta memberi isyarat lampu.

6. Berlalu Lintas Di Persimpangan
Persimpangan ialah dimana dua jalan atau lebih bertemu. Banyak terjadi kecelakaan di persimpangan. Ahl ini embuat persimpangan menjadi tempat pengendara haru hati-hati.

Berikut ini hal-hal yang perlu di perhatikan saat mengendarai kendaraan di persimpangan:

Pada persimpangan jalan yang dilengkapi Alst Pemberi Isyarat Lalu Lintas, pengemudi dilarang langsung belok kiri, kecuali ditentukan lain oleh RambuLalu Lintas.
Pada persimpangan sebidang yang tidak dikendalikan dengan Rambu Lalu Lintas, pengemudi wajib memberikan hak utama pada:
kendaraan yang datang dari arah depan dan/atau dari arah cabang persimpangan yang lain jika hal itu dinyatakan dengan Rambu LaluLintas atau Marka Jalan;
kendaraan lain dari jalan utama jika pengemudi datang dari cabang persimpangan yang lebih kecil atau dari pekarangan yang bberbatasan dengan jalan;
kendaran yang datang dari arah cabang persimpangan sebslah kiri jika cabang persimpangan 4 (empat) atau lebih dan sama besar;
kendaraan yang datang dari arah cabang sebelah kiri di persimpangan 3 (tiga) yang tidak tegak lurus; atau
kendaraan yang datang dari arah cabang persimpangan yang lurus pada persimpangan 3 (tiga) tegak lurus.
Jika persimpangan dilengkapi dengan alat pengendali lalu lintas yang berbentuk bundaran, pengemudi haru memberi hak utama kepada kendaraan lain yang datang dari arah kanan.

7. Perlintasan Sebidang Antara Jalur Kereta Api dan Jalan
Pada perlintasan sebidang antara jalur kereta api dan jalan, pengemudi wajib:

berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah ditutup, atau ada isyarat lain;
mendahulukan kereta api; dan
memberi hak utama kepada kendaraan yang lebih dahulu melintas rel.
8. Memarkir Dan Menghentikan Kendaraan
Selain kendaraan unum dalam trayek, setiap kendaraan bermotor dapat berhenti disetiap jalan kecuali:

terdapat rambu larangan berhenti atau marka jalan yang bergaris utuh
pada tempat tertentu yang dapat membahayakan keamanan, keselamatan, serta mengganggu ketertiban dan kelancaran lalu lintas dan angkutan jalan
dijalan tol
Apabila akan memarkir kendaraan di jalan, parkirlah kendaraan secara sejajar atau membentuk sudut meurut arah jalan.

9. Mengemudi Dengan Penuh Konsentrasi
Dalam mengemudi harus konsentrasi di jalan, jangan sampai fikiran melayang kemana-mana. Dalam berkemubi dilarang sambil berponsel (telfon/sms), melamun, dalam keadaan lelah, dan dibawah pengaruh obat/alkohol.

10. Memiliki Surat Ijin Mengemudi
Surat ijin mengemudi adalah bukti kompetensi bagi seseorang yang telah lulus uji pengetahuan, kemampuan dan ketrampilan untuk mengemudi kendaraan bermotordi jalan dengan benar sesuai pernyataan yang ditentukan berdasarkan Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Surat Ijin Mengemudi untuk kendaraan perseorangan digolongkan menjadi:

SIM A, berlaku untuk mengemudikan mobil penumpang dan barang perseorangan dengan jumlah berat yang diperbolehkan tidak melebihi 3.500 kilogram
SIM B I berlaku untuk mengemudikan mobil penumpang dan barang perseorangan dengan jumlah berat yang diperbolehkan lebih dari 3.500 kilogram
SIM B II berlaku untuk mengemudikan kendaraan alat berat, kendaraan penarik, atau kendaraan bermotor dengan menari kereta tempelan atau gandengan perseorangan dengan berat yang diperbolehkan untuk kereta tempelan atau gandeng lebih dari 1.000 kilogram
SIM C berlaku untuk mengemudikan sepeda motor, dan
SIM D berlaku untuk mengemudikan kendaraan khusus begi penyandang cacat.
Untuk mendapatkan SIM, setiap orang harus memenuhi persyaratan usia, administratif, kesehatan, dan lulus ujian.

Persyaratan usia antara lain:

Usia 17 tahun untuk SIM A, SIM C, dan SIM D;
Usia 20 tahun untuk SIM B I;
Usia 21 tahun untuk SIM B II.
Persyaratan administratif antara lain:

identitas diri berupa kartu tanda penduduk;
pengisian formulir permohonan;
rumusan sidik jari.
Persyaratan lulus ujian antara lain:

ujian teori;
ujian praktik;
ujian ketrampilan melalui stimulator.

11. Mematuhi Rambu Lalu Lintas
Rambu lalu lintas yang biasanya kita temui di pinggir jalan bukan hiasan atau ornamen untuk memperindah kanan kiri jalan. Akan tetapi keberadaanya sangat penting, bukan hanya sekedar mengganti eksistensi petugas polisi maupun Dinas lalu lintas dan angkutan jalan raya. Karena biasanya pengemudi patuh atau memperhatikan rambu-rambu jika ada petugas, sebaliknya jika tidak ada mereka cenderung untuk melanggar.

Padahal rambu-rambu ini adalah hal yang terpenting, karena berfungsi menunjukkan kepada kita kondisi jalan sehingga kita dapat mengkondisikan kendaraan dengan baik. Jika kita mematuhi rambu-rambu maka kita akan selamat serta lancar dalam berlalu lintas.

Misalkan saja berhenti pada saat lampu merah dan sabar menunggu lampu berubah warna hijau tanpa tergesa-gesa, tidak parkir di tempat yang ada palang larangan parkir, dsb.

Etika tersebut sangat penting untuk dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari demi keselamatan kita. Misalkan saja tidak parkir didekat persimpangan karena dapat mengganggu penglihatan pengendara yang lain. Apabila ada yang melanggar dengan parkir di persimpangan, rawan terjadinya kecelakaan.

C. Pelanggaran Etika Berlalu lintas
Aturan dibuat untuk ditaati, bukan untuk dilanggar. Begitu juga dengan etika. Disebut pelanggaran etika berlalu lintas apabila seseorang itu tidak mematuhi etika berlalu lintas yang telah ditentukan. Etika berlalu lintas diciptakan untuk mengatur pengemudi agar tercipta keteraturan dalam berlalu lintas. Dan mengurangi tingginya angka kecelakaan. Namun apabila semakin tinggi angka pelanggaran, maka akan tinggi pula angka kecelakaan. Pelanggaran etika dapat berakibat fatal diantaranya tingginya angka kecelakaan yang menimbulkan kerugian yang tidak kecil. Berdasarkan fakta kecelakaan yang terjadi kebanyakan bisebkan akibat pelanggaran etika berlalu lintas.

Pada umumnya kecelakaan yang terjadi disebabkan oleh 4 faktor, yaitu:

Faktor Human/Pengemudi (manusia) :
Tidak disiplin (melanggar peraturan/rambu-rambu lalu lintas), misalnya : melanggar lampu traffic light dan marka, parkir sembarangan, rem mendadak, ngebut,dsb.
Emosional/tidak sabaran, mungkin karena tergesa-gesa ‘kejar tayang’ atau ada hal yang sangat penting/mendadak, dsb
Daya konsentrasi berkurang (sambil bicara, menelepon/sms, melamun,berkhayal,dsb).
Kurang trampil/cekatan dalam mengemudi (baru belajar, jam terbang minim).
Mengantuk/lelah (pulang kerja, perjalanan jauh, habis sakit,dsb).
Mabuk (dalam pengaruh obat/minuman)
Kesehatan (kondisi tubuh yang kurang fit)
Faktor Kendaraan :
Kendaraan tidak laik jalan (usia tua, rusak).
Ban tiba-tiba pecah (bersifat insidentil).
Rem blong, lampu tidak berfungsi/tidak ada.
Melebihi muatan.
Bukan peruntukannya (ban dan bodi modif yang tidak sesuai).
Faktor Jalan :
Jalan sempit.
Jalan licin (habis hujan, banjir, ada ceceran minyak/oli,dsb).
Jalan bergelombang.
Tikungan tajam, tanjakan/menurun.
Jalan terlalu mulus/hotmix yang bikin pengendara merasa sangat nyaman akhirnya malah jadi lengah.
Faktor Cuaca :
Berkabut.
Hujan
Longsor
Banjir
Berikut prosentasi dari keempat faktor tesebut:

Faktor manusia (80%-90%, Wamenhub (2011))
Faktor jalan dan lingkungan (10%-20%, Wamenhub (2011))
Faktor kendaraan (5%-10%, Wamenhub (2011))
Faktor cuaca (1%-5%, Wamenhub (2011))
Akibat-akibat kecelakaan yang timbul dari 4 faktor tersebut antara lain:

kecelakaan yang mengakibatkan pejalan kaki,biasanya dikarenakan orang parkir sembarangan, pengendara kendaraan bermotor tidak memberikan prioritas utama kepada pejalan kaki.
kecelakaan sesama pengendara kendaraan bermotor, biasanya pengemudi cenderung egois dan tidak mematuhi rambu-rambu lalu lintas.
Berikut contoh-contoh kejadian kecelakaan yang pernah terjadi antara lain:

Kejadian kecelakaan di Tugu Tani yang disebabkan karena pengemudi mengendara mobil dalam keadaan mabuk mengonsumsi narkoba.
Kasus kecelakaan yang menimpa Saipul Jamil yang disebabkan karena pengemudi mengemudi mobil dengan kecepatan tinggi dan tidak bia menstabilkan mobil dalam kecepatan tinggi, dsb.
BAB IV
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Angka kecelakaan yang tinggi disebabkan banyaknya pelanggaran lalu lintas yang terjadi karena pengemudi kurang meatuhi etika berlalu lintas. Oleh karena itu pentingnya penerapan etika berlalu lintas dalam kehidupan kita.

D. SARAN
Berdasarkan data-data tersebut, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi tingginya angka kecelakaan, antara lain:

Penegakan hukum di jalan
yaitu dengan cara mengadakan operasi SIM, perlengkapan kendaraan dan helm. Penegakan hokum harus tegas untuk mambuat pelanggar jera. Penegakan hukum sesuai Undang-Undang No. 22 Tahun 2009. Berikut ini beberpa contoh aturan yang tertera pada Undang-Undang No. 22 Tahun 2009, antara lain:

Pasal 106 Ayat 1 “setiap orang yang mengemudi ranmor di jalan wajib mengemudikan dengan wajar dan penuh konsentrasi”
Pasal 106 Ayat 8 “setiap orang yang mengemudikan ranmor dan penumpang sepeda motor wajib mengenakan helm yang mengenakan hekm yang berstandar nasional”
Pasal 107 Ayat 2 “sepeda motor wajib menyalakan lampu utama pada siang hari”
Pasal 106 Ayat 4 “setiap orang yang mengemudi kendaraan bermotor dijalan wajib memenuhi ketentuan rambu perintah atau rambu larangan; marka jalan, aalt pemberi isyarat lalin, gerakan lalin, berhenti dan parkir, peringatan dengan bunyi dan sinar, kecepatan, tata cara penggandengan”
Pasl 285 Ayat 1 “mengemudikan sepeda motor wajib memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan yang meliputi kaca spion, klakson, lampu utama, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, knalpot, dan kedalaman alur ban”
Pasal 292 “pengemudi sepeda motor yang membonceng penumpang lebih dari 1 orang tanpa kereta samping tidak diperbolehkan”
Pasal 77 Ayat 1 Jo 281 “setiap orang mengemudi kendaraan bermotor dijalan wajib memiliki SIM sesuai jennies kendaraan bermotor yang dikemudikan”, dsb.
Untuk para pengemudi hilangkan keegoisan, utamakan keselamatan. Seperti dalam pepatah Jawa “alun-alun sing penting kelakon”. Kebanyakan dalam beberapa kejadian kecelakaan yang terjadi disebabkan karena pengemudi ugal-ugalan ingin cepat sampai tanpa memperhatikan etika berlalu lintas.
Patuhi rambu-rambu lalu lintas yang ada
Hal ini penting karena dalam rambu lalu lintas merupakan simbol yang dapat menunjukan kepada kita tentang etika berlalu lintas. Memang kelihatannya sepele namu dampaknya bila kita tidak mematuhinya akan sangat membahayakan keselamatan.

Jangan mengemudi dibawah pengaruh alkohol atau obat.
Hal ini sangat mambahayakan karena alkohol dan obat-obatan dapat menimbulkan efek halusinasi ataupun tidak sadar diri. Hal ini sangat membahayakan saat berkendara karena menghilangkan konsentrasi kita dalam berkendara.

Sosialisasi tentang Etika Berlalu Lintas kepada publik.
LAMPIRAN

Dari data tersebut membuktikan tingginya angka kecelakaan di Indonesia, terutama daerah Jawa. Dari beberapa contoh kecelakaan yang terjadi kebanyakan disebabkan karena factor manusia yang kurang memperhatikan Etika Berlalu Lintas.

tips berkendara

kursus stir mobil jogja LKP JDS

Dalam hal mengemudi kita semua berpikir bahwa kita sudah ahli. Namun dalam kenyataannya mengetahui beberapa tips tidak ada salahnya. Lihatlah, mungkin Anda bisa belajar sesuatu.
1. Pemicu Kecepatan
Kita semua tertipu oleh ‘pemicu kecepatan’ yang membuat kita cenderung untuk menambah kecepatan dan melampaui batas tanpa kita sadari. Hal ini bisa jadi karena supaya tidak tertinggal oleh pengemudi lain, atau perasaan tertekan karena pengemudi kendaraan di belakang Anda terlalu dekat. Tergoda untuk menyalip kendaraan lain juga memungkinkan Anda melewati batas, saat-saat ketika Anda berpikir ‘haruskah saya melakukannya? “. Anda tidak harus. Gangguan seperti mendengarkan musik yang terlalu keras sering mengakibatkan ngebut, seperti halnya sesuatu yang sederhana seperti akan jalan menurun. Belajar mengenali ‘pemicu kecepatan’ Anda sendiri akan membuat Anda lebih mudah untuk menghindari dorongan untuk ngebut. 
2 .Jaga Jarak Aman
Aturan kedua, menjaga jarak yang aman dari kendaraan di depan juga akan membantu untuk mengurangi tingkat stres Anda ketika berkendara. Gunakan aturan 2 detik: memberikan setidaknya celah dua detik antara Anda dan kendaraan di depan. Kali dua jarak ini di jalan basah dan tambahkan lebih lagi pada jalan yang tertutup kabut. B. hindari meluncur Banyak orang menyalahkan kondisi jalan yang buruk menyebabkan selip tapi tidak selalu itu masalahnya. Selip biasanya merupakan hasil dari tindakan pengemudi. Jika Anda pernah selip, Anda mungkin akan ingat bahwa Anda sedang mengubah kecepatan, arah atau keduanya, sebelum Anda mulai meluncur. Kendaraan Anda akan selip ketika satu atau lebih dari ban kehilangan cengkeraman normal di jalan. Menggunakan rem, pedal gas dan kemudi menimbulkan tenaga yang dapat menyebabkan selip jika ia menghilangkan daya cengkeram ban di permukaan jalan. Hal ini akan lebih mudah terjadi di jalan licin. Mengapa kita tergelincir? Tenaga yang dapat menghilangkan cengkeraman ban di jalan dan menyebabkan selip adalah: ·kondisi kecepatan berlebihan ·berat kemudi (bahkan dikombinasikan dengan kecepatan yang tidak berlebihan) ·pengereman mendadak ·akselerasi kasar Lebih mudah untuk menghindari selip daripada mengatasinya. Jadi, selalu perhatikan kondisi jalan dan cuaca. Pengendara sepeda motor melakukan ini secara otomatis, tetapi pengemudi mobil cenderung hanya membersihkan kaca depan dan kemudian berangkat. Gunakan rem, kemudi, dan akselerator dengan lembut untuk menghindari meluncur. Jika Anda mulai tergelincir, tindakan pertama yang harus Anda lakukan adalah menyingkirkan penyebabnya. Jika kecepatan yang berlebihan merupakan penyebab (yang paling umum), angkat kaki Anda dari pedal gas dan kemudikan ke arah meluncurnya kendaraan sampai ban kembali mencengkeram jalan. Kemudian arahkan kembali ke jurusan yang Anda inginkan. Dalam kondisi dingin atau basah, biasakan untuk memberi jarak dua kali lipat dari jarak normal Anda 
3. Mengemudi di Tikungan 
Pernahkah Anda mengalami mengerem di tikungan hanya karena tikungan itu lebih tajam daripada yang Anda perkirakan? Bukan hanya pengemudi pemula yang bermasalah di tikungan. Hal ini menjadi penyebab utama dari sebagian besar kecelakaan tunggal. Ada banyak hal di sekeliling kita yang dapat digunakan untuk membantu. Yang paling jelas adalah rambu jalan dan marka, ada pula yang lainnya: barisan pohon, pagar, bangunan atau lampu jalan. Analisa titik batas Sebuah cara yang berguna untuk mengukur tikungan adalah dengan menggunakan analisis titik batas. Ini adalah titik terjauh yang dapat Anda lihat ketika Anda mendekati suatu tikungan, misalnya titik di mana sisi kiri dan kanan jalan bertemu. Untuk menggunakan teknik ini, periksa apakah titik batas semakin jauh. Jika iya dan Anda dapat melihat lebih jauh ke depan, maka kecepatan Anda seharusnya baik-baik saja. Namun apabila titik ini tampak semakin dekat, kurangi kecepatan Anda sampai titik batas mulai bergerak bersama Anda dan pandangan Anda terbuka lagi. Teknik ini membutuhkan sedikit latihan tetapi akan membantu Anda untuk menghubungkan kecepatan dengan jangkauan jarak pandang dan memungkinkan Anda untuk berhenti di jarak yang terlihat jelas.


armada jds

Kami menyediakan Armada untuk latihan mengemudi, satu unit satu siswa:

1. All New Avanza 2015

2. All New Xenia 2015

3. Ayla 2016

4.picanto manual / matic 2017

5.mobilio 2017

6.ertiga 2017

7.agya 2017

8.sigra 2018

9.cayla 2018

10.wuling comfero 2018

11.great new xenia 2018

12.great new avanza 2018